Rabu, 07 September 2011

Cerita (Menuju) Kehamilan-Part 4

HSG

Setelah disarankan HSG oleh dokter kandungan, saya tidak langsung melakukan. Pengennya si mo cari second opinion dulu. Soalnya browsing di internet tentang HSG dan orang-orang yang sudah pernah HSG, kok sepertinya menyeramkan.
Kata dokter kandungan, HSG ini untuk mengetahui apakah di rahim saya ada penyumbatan atau tidak. Karena sel telur saya sudah tidak bermasalah, tapi kok masih belum hamil juga.

Cari second opinion ke dokter kandungan di Surabaya, ternyata hasilnya tidak mengenakkan  . Saya cuma datang, duduk, cerita riwayat usaha pengen hamil, trus akhirnya disuruh bayi tabung ato laparoskopi sama dokternya. (dokternya ga meriksa lho… ) Whattt…?? Nehi la yaw… langsung memutuskan untuk tidak akan kembali ke dokter itu dan mo HSG sajah.

Untuk HSG dan SA (Sperma Analisis), saya membuat jadwal dengan Lab rekomendasi dari dr Maya di Sidoarjo. Setelah bikin janji, saya diminta dating 1 minggu kemudian (kalo ga salah).

Selesai SA (saya ga perlu cerita prosesnya :P ) hasil bisa langsung diambil, untuk HSG juga bisa langsung diambil, tapi waktu itu ada salah komunikasi sedikit, jadi saya baru bisa HSG besoknya.

Proses HSG, pertama-tama saya di USG dulu, dilihat ada tidaknya janin di rahim. (maksudnya, kalo ada janin, berarti saya hamil dang a perlu HSG, begitcu…). Setelah dilihat rahim saya kosong alias tidak ada janin, saya diminta menunggu sembari dokter menyiapkan alat2 HSG. Oiya, setelah di USG, kita diminta untuk menahan pipis, alias jangan pipis dulu.

Saya juga sempat nanya ke dr radiologi, kegunaan HSG ini sebenarnya untuk apa. Katanya ya untuk mengetahui ada penyumbatan ato tidak, dan kalaupun ada sedikit penyumbatan, cairan yang dimasukkan nanti bisa membuka “sumbatan” itu. OK deh..

Dan, proses HSG pun dimulai.. alat-alatnya menyeramkan, hihihi… saya berusaha untuk tidak melihat kea rah alat-alat tersebut :D, tapi tetep aja kelihatan. Untungnya dokternya baik, berusaha membuat saya rileks dengan mengajak saya ngobrol santai sembari beliau melakukan pekerjaannya.
Selama proses cairan dimasukkan, perut terasa agak mules seperti sakit haid.
Setelah menunggu beberapa saat untuk difoto, Alhamdulillah, di foto terlihat kalau rahim saya normal alias tidak ada penyumbatan :D.

Selesai HSG, kami langsung ked r maya untuk menyerahkan hasil HSG dan SA. Hasilnya, kami berdua normal alias tidak ada masalah. Alhamdulillah…

Trus, kok belum hamil juga ya?

Kata dokternya, "Em… itu mungkin belum rejeki Bu.. sabar saja ya.. Sudah Bapak dan Ibu tidak usah control lagi kemari. Kebanyakan pasien saya juga begitu. Kalo ke dokter malah stres dan akhirnya ga hamil2. Setelah berhenti control malah balik lagi kesini sudah hamil.".

Dan saya pun mengikuti saran dokter..

Kami tidak control lagi setelah itu. Dan, bener… 4 bulan setelah berhenti control, saya malah hamil .

masih bersambung lho…

0 komentar: